arab sebelum muhammad

Arab sebelum lahirnya Muhammad

baca juga: sembahyang wajib

baja juga: hal yang harus di perhatikan dalam berwudhu

Negeri Arab merupakan suatu negeri yang sangat tandus yang dulunya tak ada yang ketahui keberadaannya, kecuali hanya negeri yaman yang berbatasan langsung dengan teluk Persia. Daerah yaman merupakan daerah yang sangat subur, berbanding terbalik dengan negeri-negeri lain di semenanjung arab. Akan tetapi, meskipun yaman mempunyai peradapan tertinggi di semenanjung arab dikarenakan daerah dan tanahnya yang subur, namun bukan itu yang menjadi perhatian para penghuni negeri sahara tersebut.

Perhatian hanya tertuju pada Mekah

Mekahlah yang menjadi satu-satunya perhatian dengan rumah ismail (ka’bah) sebutan orang arab dulu. Ke tempat itulah orang-orang banyak berkunjung terlebih di bulan-bulan suci. Oleh karena itulah mekah dijadikan sebagai markas perdagangan dan ibu kota di semenanjung arab tersebut. Yang kemudian menjadi tanah kelahiran nabi Muhammad SAW, dengan demikian mekah menjadi perhatian dunia sepanjang zaman. Dahulu kala di mekah sendiri merupakan tempat istirahatnya para kafilah yang hendak berdagang, yang mungkin hanya nabi ismail lah orang pertama yang menjadikan mekah sebagai tempat tinggal.

Jika berbicara mekah mungkin tidak sah jika saya tidak menyinggung soal nabi ismail dengan ayahnya nabi Ibrahim. Banyak yang berkata bahwa nabi ismail dan nabi Ibrahim lah yang telah membangun ka’bah di mekah. Namun, fakta yang saya ketahui bahwa ka’bah sudah ada sejak nabi adam namun karena pada masa nabi nuh banjir menimpa dunia ini. Maka ada bagian-bagian ka’bah yang rusak yang kemudian di renofasi kembali oleh nabi Ibrahim dan nabi ismail. Sejak saat itulah mekah dijadikan sebagai tempat yang suci. Ada yang menarik terhadap kisah nabi Ibrahim dan nabi ismail namun akan saya bahas di lain waktu.

Lambat laun setelah direnovasi kembali oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, ka’bah menjadi rumah berhala berbanding terbalik dengan tujuan nabi Ibrahim mendirikan ka’bah. Hingga sejak itu perkembangan mekah di mulai. Namun tetap saja hanya dijadikan sebagai tempat singgahan para kafilah dan hanya ramai pada bulan-bulan suci saja.

Tahun gajah

Kedudukan mekah sebagai tempat suci dengan rumah sucinya, menyebabkan daerah-daerah lain membuat juga rumah suci. Dengan tujuan ingin mengalihkan perhatian orang ke rumah suci yang mereka dirikan kemudian hari. Bahkan sampai suatu hari, datanglah pasukan yang dikenal dengan pasukan gajah yang hendak menghancurkan ka’bah yang di dipimpin oleh abrahah. Pada jaman itu pemipin di mekah adalah abdul-muthalib bin hasyim. Pesan abrahah pun sampai ke abdul-muthalib yang bahwa kedatangannya bukan apa-apa hanya ingin menghancurkan ka’bah. Jika mekah tidak melawan maka tidak akan ada pertumpahan darah. Begitulah kira-kira isi pesan abrahah kepada abdul-muthalib.

Begitu mendapat pesan tersebut Abdul-Muthalib dan para pembesar mekah datang menemui abrahah dengan tujuan ingin bernegosiasi tentang penghancuran ka’bah tersebut. Namun hal tersebut hanya sia-sia, mereka malah disuruh menjauh di saat pasukan abrahah ingin menghancurkan ka’bah. Pada saat pasukan abrahah sudah hendak menghancurkan ka’bah, maka didatangkan pula oleh Allah pasukan yang disebut pasukan burung ababil yang berasal dari neraka. Dengan masing-masing burung membawa tiga batu yang juga berasal dari neraka. Dalam serangan itulah seluruh pasukan gajah dan abrahah mati.

Dengan kejadian demikian kedudukan mekah semakin menguat di segi agama dan di segi perdagangan pula. Dan masyarakat mekah sendiri semakin mempelihara dan menjaga ka’bah tersebut. pada tahun ini pula, Abdullah yang merupakan ayahnya nabi Muhammad hendak menikah dengan Aminah yang merupakan ibundahnya nabi Muhammad. Setelah menikah, Aminah dan Abdullah hanya tinggal di rumah Aminah tiga hari kemudian sesuai adat berpindah ke rumah Abdullah.

meninggalnya Abdullah

Kemudian tak lama setelah menikah Abdullah pun pergi dalam usaha perdagangan ke suria dengan meninggalkan istri yang sedang hamil. Dalam perjalanan tersebut Abdullah juga pergi ke gaza dan kembali lagi. Setelah itu ia singgah di tempat saudara-saudara ibunya di medinah sekedar beristirahat sesudah merasa letih selama dalam perjalanan. Sesudah itu ia akan kembali pulang Bersama kafilah ke mekah, namun dalam perjalanan Abdullah jatuh sakit di tempat pamannya, sehingga teman-temannya pun pulang terlebih dulu ke mekah dan mengabari tentang hal itu kepada ayahnya setelah di mekah.

baca juga: kisah rasul dan yahudi buta

baca juga: besarnya keagungan nabi muhammad

Ketika berita tersebut sampai kepada Abdul-Muthalib ia mengutus haris ke medinah supaya membawa kembali Abdullah untuk pulang ke mekah. Tetapi sesudah haris sampai di medinah di ketahui bahwa Abdullah sudah meninggal dan dikuburkan sebulan sesudah kafilahnya berangkat ke mekah. berita luka pun di bawa haris dengan hati yang pilu, sehingga menyayatlah hati Aminah yang merupakan suami yang selama ini menjadi harapan dan kebahagian hidupnya. Harta peninggalan Abdullah sesudah wafat hanyat terdiri dari lima ekor unta, sekelompong ternak kambing dan seorang budak perempuan, yaitu um aiman. Boleh jadi dengan peninggalan demikian bukan berarti tanda kekayaan bukan pula tanda kemiskinan.

salam mudahnyaislam.com

ingin menjelaskan pada dunia betapa mudahnya islam, asalkan ingin mengerjakannya semua akan terlihat mudah.

2 Balas ke “Arab Sebelum Muhammad”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *