Wudhu adalah salah satu syarat sah kita untuk sholat. Tanpa wudhu sholat dapat dipastikan tidak sah, karna menurut syar’I nya memang wudhu dulu sebelum sholat. Seseorang harus benar-benar paham tentang wudhu dulu, sebelum sholat. Maka belajar dulu sebelum beramal. Sesuai dengan hadis nabi “menuntut ilmu itu wajib dari ayunan hingga liang lahat” maknanya bahwa kita manusia diwajibkan menuntut ilmu dari pertama lahir kedunia hingga akhir hayat kita yakni meninggal. Ada pepatah mengatakan bahwa hidup amatlah singkat hanya antara azan dan iqamah. Jadi pergunakanlah hidup ini sebaik mungkin karna hidup hanya sekali.

seseorang wajib untuk belajar agar ibadah yang dilakukannya sah. Dan seandainya ada kesalahan dalam beramal maka hal tersebut akan dimaafkan seandainya org tersebut masih dalam tahap belajar. Oleh karena itu, kita hidup harus terus dalam keadaan belajar supaya kita masih dianggap pelajar. Maka alangkah sombongnya seseorang jika merasa dirinya sudah tidak perlu lagi untuk belajar. Thaharah (bersuci) adalah hal utama untuk melakukan ibadah apapun ibadahnya. Pada bab sholat kita harus pahami cara bersuci untuk shalat yaitu wudhu.

Wudhu adalah bersuci dari hadas kecil atau najis kecil dan tidak berlaku wudhu jika berhadas besar. Seperti contoh perempuan datang bulan, untuk bersuci harus dengan mandi junub tidaklah cukup hanya dengan wudhu. Artinya wudhu hanya untuk hadas kecil, seperti buang air kecil dan besar. Untuk berwudhu, hal utama yang harus kita perhatikan adalah airnya. Jadi seseorang harus paham tentang air, pembagian air, dan air bagaimana yang boleh untuk berwudhu. Secara garis besar air terbagi menjadi 3 yaitu:

 Air Suci Namun Tidak Menyucikan

Sesuai dengan Namanya yaitu Air suci namun tidak menyucikan, artinya air ini merupakan air suci tapi tidak bisa digunakan untuk bersuci. air suci namun tidak menyucikan terbagi menjadi dua kategori:

    • Air mutaghyar

Air mutaghyar adalah air yang awalnya suci lagi menyucikan tapi kemudian dicampur dengan barang suci lain sehingga berubah sifat dan kemutlakan nama air tersebut menjadi tidak menyucikan lagi. seperti air yang dicampur dengan kopi atau teh. nama air ini akan otomatis berubah menjadi air yang hendak dibuatnya.

    • Air musta’mal

Air musta’mal adalah air bekas digunakan untuk bersuci yang tidak mencapai dua kulah. Namu jika air bekas bersuci ini sudah mencapai dua kulah maka air tersebut sudah tidak menjadi air musta’mal lagi. Air musta’mal ini tidak bisa digunakan untuk bersuci.

Contohnya jika di dalam wudhu, air musta’malnya adalah air pertama membasuh muka, membasuh ke dua tangan, membasahi sebagian kepala dan mencuci kaki. Ingat hanya air pertama membasuh anggota wajib yang termasuk ke kategori air musta’mal. Oleh karena itu, dalam berwudhu seseorang harus berhati-hati agar terhindar dari air musta’mal. Perhatikan baik-baik orang disamping, jangan sampai air musta’mal orang disamping jatuh ke dalam air yang akan hendak kita pakai untuk berwudhu. Contohnya begini, saat kita menampung air di kran, atau mengambil air di kulah dengan tangan dan hendak akan membasuh muka kita, saat itulah harus dijaga dari air musta’mal orang disamping jangan jatuh kedalam tangan kita tersebut.

Air suci lagi menyucikan

Yang dimaksud air suci adalah air yang suci lagi menyucikan, biasa disebut sebagai (air Mutlaq). Air Mutlaq adalah air yang murni yakni masih belum bercampur dengan apa-apa. Penggunaannya pun lebih luas yakni bisa untuk bersuci. Seperti berwudhu, mandi wajib. Simplenya begini, jika air tersebut air mutlaq artinya air tersebut jelas kesuciannya. air Mutlaq ada 7 macam yaitu:

    • Air hujan

Air hujan yang turun dari langit atau sering kita sebut sebagai air hujan adalah air Mutlaq, yakni turun dalam keadaan suci. Air ini dapat kita manfaatkan sebaik mungkin. Bisa untuk diminum dan bersuci, seperti firman Allah SWT:

وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

“Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang suci” (QS. Al-furqan:48)

Namun begitu, air hujan akan bernajis apabila mekanisme penampungan dan penggunaannya salah. Air hujan akan tetap suci jika sifat aslinya belum berubah, seperi bau dan warna. Jika salah satunya telah berubah maka air tersebut sudah tidak menyucikan lagi atau bahkan sudah tidak suci lagi.

Disinilah kita harus benar-benar paham pada mekanisme penggunaannya, jangan sampai air hujan yang pada dasarnya suci menjadi tidak suci karna tidak paham mekanisme penggunaannya.

    • Air salju

Tidak berbeda dengan air hujan, air salju pun berasal dari langit. Jadi otomatis suci dan menyucikan jika mekanisme prosesnya benar. Lagi-lagi saya ingatkan bahwa seseorang harus benar-benar tahu tentang apa yang akan dilakukannya. Terlebih ini berhubungan dengan agama, keyakinan dan ibadah. Untuk semua hal pun kita harus tahu dulu kemudian melakukan, bagaimana bisa kita tidak tahu dan paham tentang apa yang akan kita lakukan.

    • Air embun

Air embun juga berasal dari langit sekalipun tidak seperti hujan dan salju. Air embun juga suci lagi menyucikan, artinya dapat kita gunakan untuk bersuci asalkan cara menampungnya benar. jadi jika dibutuhkan, air embun ini dapat ditampung. lebih bgus penampungannya lebih dari dua kulah, tapi jika memang tidak sampai dua kulah maka penampungan tersebut harus tertutup. hal tersebut untuk menjaga air suci ini terkontaminasi oleh benda-benda lain yang dapat menghilangkan kesuciannya.

    • Air sungai

Sejatinya dalam islam air sungai merupakan air yang suci lagi menyucikan. Air yang mengalir, air yang isinya lebih dari dua kulah dan kemurniannya terjamin. Sekalipun jaman sekarang banyak sungai yang sudah tercemar. Maka tergantung kita mau atau tidaknya menggunakan air sungai tersebut. intinya air sungai ini suci lagi menyucikan.

Di sungai kita dapat berwudhu dengan melompat langsung ke sungai, artinya sambal mandi di sungai kita bisa langsung berwudhu. Tata caranya tidak jauh beda dan terkadang akan lebih mudah. Kita tidak harus mengusap satu persatu anggota wudhu, cukup dengan mengkasad dalam hati satu persatu anggota wudhu tersebut.

    • Air mata air (air sumur)

Air sumur merupakan air yang suci lagi menyucikan sehingga dapat kita pergunakan sebaik mungkin, mulai dari mandi hingga bersuci. Air sumur ini berasal dari mata air yang berada di dalam tanah, sehingga air sumur ini bisa dibilang sangat murni.

Air ini akan suci lagi menyucikan sampai jumlahnya masih banyak, dan tidak berubah sifatnya. Jika ada sumur kecil, dan air yang di dalamnya sudah sedikit, maka berhati-hati lah saat menggunakannya. Jangan sampai air musta’mal jatuh kedalam air suci tersebut. air sumur juga tidak suci lagi jika jatuh bangkai kedalam air tersebut dan menyebabkan sifat dari air tersebut berubah.

    • Air zam-zam

Pada dasarnya air zam-zam ini juga berasal dari sumur, yaitu mata air. Namun yang menjadikannya berbeda adalah karna mata air berada di tengah gurun pasir yang luas dan karna asal muasal muncul mata air zam-zam ini. air zam-zam muncul ketika nabi ismail yang masih bayi kehausan di tengah gurun tersebut. siti hajar sebagai ibu nabi ismail kesusahan mencar air dan bahkan mustahil ada air di tengah gurun, namun tak ada yang mustahil bagi Allah.

Diketika itu, hajar begitu gigih berusaha mencari air hingga berlari 7 kali bolak balik antara gunung shafar dan marwah. Kemudian hal yang tidak terduga terjadi, yaitu keluar sebuah mata air dari tanah di bawah kaki nabi ismail – kelak dikenal sebagai air zam-zam. Karena ini lah derajat air zam-zam lebih tinggi disbanding air-air lain di muka bumi ini. hikmah terbesar yang bisa kita ambil dari kisah di siti hajar dan nabi ismail adalah pada manusia Allah hanya menyuruh untuk berusaha selebihnya kembali kepada Allah. dan Allah membuktikannya padamkisah ini, siti hajar sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencari namun air tersebut muncul di tempat yang tidak terduga yaitu tepat di bawah kaki nabi ismail.

Dari dulu sampai sekarang air ini belum pernah kering atau bisa dibilang air ini tidak ada habisnya sekalipun penggunaannya sekota mekkah. Berbicara mekah, hadirnya kota mekah juga tidak terlepas dari peran penting air zam-zam pula. Bagaimana tidak, di lembah gurun pasir yang tidak tumbuh satu pohon pun dulu dan tidak ada air akan menjadi kota yang besar? Setelah mata air zam-zam muncul, barulah para musafir sering bermalam di mekkah hingga membuat rumah-rumah dan menjadi kota besar sekarang.

    • Air laut

Air juga merupakan air suci lagi menyucikan. Bagaimana tidak, ditinjau dari aspek manapun air laut tetap termasuk, sekalipun memang rasanya asin. Ditinjau dari segi air dua kulah, air laut sudah sangat lebih, ditinjau dari sifat air ya memang sifat air laut asin dan warnanya. Air laut merupakan sumber air terbesar di bumi ini dengan kandungan garamnya yang murni.

Awalnya para sahabat nabi tidak mengetahui hukum air laut apakah suci menyucikan atau tidak, seperti hadis nabi:

“Dari Abi Hurairah ra bahwa ada seorang bertanya kepada Rasulullah SAW, `Ya Rasulullah, kami mengaruhi lautan dan hanya membawa sedikit air. Kalau kami gunakan untuk berwudhu, pastilah kami kehausan. Bolehkah kami berwudhu dengan air laut? Rasulullah SAW menjawab, (Laut) itu suci airnya dan halal bangkainya”. (HR Abu Daud 83, At-Tirmizi 79, Ibnu Majah 386, An-Nasai 59, Malik 1/22).

Air suci ini akan tertegah sucinya, atau hilang kesuciannya apabila telah berubah sifat air tersebut. dan jika air tersebut tidak mencapai dua kulah maka akan hilang kesuciannya dengan jatuhnya air mustam’mal dan air tersebut akan menjadi air musta’mal. Jika sudah begitu, maka air tersebut tidak dapat menyucikan lagi. air yang tidak mencapai dua kulah pun akan menjadi air bernajis jika masuk barang bernajis kedalamnya. Berbeda dengan air dua kulah, jika air dua kulah saat masuk barang bernajis akan ditinjau perubahan air tersebut. Jika berubah salah satu sifatnya maka air tersebut sudah menjadi air bernajis.

Keterangan:

Air dua qullah adalah air seukuran 500 rothl ‘Iraqi yang seukuran 90 mitsqol. Jika disetarakan dengan ukuran sho’, dua qullah sama dengan 93,75 sho’. Lihat Tawdhih Al-Ahkam min Bulugh Al-Maram, Syaikh Ali Basam, 1:116, Penerbit Darul Atsar, Cetakan pertama, Tahun 1425 H. Sedangkan 1 sho’ seukuran 2,5 atau 3 kg. Jika massa jenis air adalah 1 kg/liter dan 1 sho’ kira-kira seukuran 2,5 kg; berarti ukuran dua qullah adalah 93,75 x 2,5 = 234,375 liter. Jadi, ukuran air dua qullah adalah ukuran sekitar 200 liter. Gambaran riilnya adalah air yang terisi penuh pada bak yang berukuran 1 m x 1 m x 0,2 m.

Air najis

Air najis adalah air yang awalnya suci namun telah terkontaminasi dengan nasi sehingga berubah sifat asli dari air tersebut. air digolongkan sebagai air bernajis jika sudah berubah bau, rasa dan warnanya. Seperti hadis nabi, Dari Abu Umamah Al Bahiliy, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَاءَ لاَ يُنَجِّسُهُ شَىْءٌ إِلاَّ مَا غَلَبَ عَلَى رِيحِهِ وَطَعْمِهِ وَلَوْنِهِ

“Sesungguhnya air tidaklah dinajiskan oleh sesuatu pun selain yang mempengaruhi bau, rasa, dan warnanya.”

Dari penjelasan di atas sudah jelas bahwa air najis ini tidak boleh kita gunakan untuk bersuci. tidak hanya untuk bersuci, air najis ini tidak boleh juga digunakan untuk mandi dan untuk mencuci barang-barang yang akan kita gunakan. Seperti mencuci baju, atau mencuci piring. Intinya bahwa air najis ini merupakan kategori air yang tidak bagus maka dari itu untuk penggunaannya pun sangat terbatas. Oleh karena itu diharapkan untuk kita semua dapat memahami bagaimana yang sudah dkategorikan sebagai air najis agar kita terhindar dari kesalahan penggunaan.

Setelah semua pembagian air kita pelajari diharapkan kita mampu mempraktekkannya di kehidupan kita sehari-hari. Dan kesalahan-kesalahan dalam bersuci dapat hilang dengan perlahan. Semoga dengan adanya pembahasan mengenai air wudhu ini dapat menambah atau dapat menjadi sebuah pelajaran ulangan bagi kita semua. Semua yang sudah kita pelajari semoga mampu untuk kita aplikasikan dalam kehidupan karena ilmu tanpa amal adalah kosong dan amal tanpa ilmu juga kosong. Teruslah berlajar! Salam mudanya islam

ingin menjelaskan pada dunia betapa mudahnya islam, asalkan ingin mengerjakannya semua akan terlihat mudah.

3 Balas ke “Hanya Air Suci Lagi Menyucikan Yang Boleh Digunakan Untuk Bersuci”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *