Pengaruh dan Kontribusi Pesantren Dalam Perdamaian Dunia

Oleh:

  1. Muhammad Firdaus ( alumni pesantren nurul ulum perlak 2018)
  2. Ainaltul Ummah (santriwati di pesantren Darul muarrif al aziziyyah lhoksemawe)

Dengan tema “santri dan perdamaian dunia”

Abstrak:

Untuk merealisasikan perdamaian dan keamanan dunia seluruh element masyarakat harus ikut berkontribusi semaksimal mungkin. Masyarakat harus sangat bijaksana menilai sesuatu kejadian, terlebih jika sudah adanya benih-benih konflik. Sering kali terjadi konflik bersebab keanekaragamannya budaya, etnis, agama, Bahasa, dan ras. Oleh karena itu, semua pihak harus berbesar hati dan menahan diri ketika mendengar isu bahwa agamanya dinista dan membiarkan keadilan pada aparat berwenang untuk menyelesaikannya. Karna dalam kehiduan keamanan dan kenyamanan lah yang diinginkan semua orang. Pesantren diharapkan mampu bersifat netral serta dapat meredam isu yang akan menyebabkan perpecahan. Terlebih agama islam sering kali di identikkan dengan teroris dan pemberontak di beberapa negara, dan akan terus meluas jika pesantren tidak berperan aktif untuk menyelesaikan masalah ideologi ini.

untuk itu, pesantren perlu membangun kembali opini publik terhadap muslim atau secara turun langsung untuk memberi masyarakat dunia tentang islam. Pemahaman islam harus dibangun terlebih dahulu untuk mencegah berkelanjutannya ideologi islam teroris. Secara tata kehidupan baik pengurus, santri, alumni pesantren harus berprilaku sangat bijaksana. Terlebih saat menggunakan sosial medianya. Sebagaimana yang kita tahu bahwa saat ini informasi dengan cepat berkembang melalui sosial media padahal informasi tersebut terkadang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai pesantren ikut terseret isu-isu yang tidak jelas kebenarannya. Pesantren diharapkan mampu bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh elemen yang berkenaan.

Kata kunci: Ideologi islam

Pendahuluan

Dalam kehidupan, konflik akan selalu terjadi di pelbagai elemen dan kelompok baik berupa konflik internal dan eksternal. konflik bersumber karena perbedaan persepsi, pengetahuan, tata nilai, kepentingan, pengakuan (klaim). perbedaan-perbedaan inilah yang menyebabkan konflik terjadi. beberapa konflik besar timbul dengan sendirinya tanpa kita sadari, salah satunya konflik ideologi yang dikembangkan oleh dunia barat bahwa islam teroris. Dunia barat kerap kali membangun persepsi bahwa islam itu teroris.

Lambat laun persepsi inilah menjadi sebuah ideologi yang akan menghancurkan islam, atau setidak-tidaknya islam dipandang sebelah mata oleh dunia. Ini adalah sebuah managemen konflik dengan begitu rapi yang di susun oleh beberapa penguasa dunia untuk menghancurkan islam, yang terkadang beberapa umat islam ikut terseret kedalam isu dan ikut berkontribusi kedalamnya. Di abad ke 21 ini, media digital memegang peran besar dalam memperluas isu serta dengan mudah membangun opini public. Islam teroris sudah menjadi sebuah hal yang di atur terus menerus terjadi dan berkembang. Layaknya tumbuhan, isu tersebut selalu disiram dan dipupuk untuk terus bertahan.

Di Indonesia sendiri ideologi islam teroris tidak begitu berkembang lantaran mayoritas penduduknya islam. Namun begitu konflik agama juga kerap terjadi di Indonesia meski tidak separah negara-negara islam di timur tengah tapi cukup meresahkan pihak-pihak terkait. Kebanyakan konflik yang terjadi bersumber dari media digital seperti internet. Berita-berita semakin mudah berkembang tanpa jelas kebenarannya. Sebagai negara dengan penduduk 80 persen beragama islam, berita-berita yang mengandung kekerasan terhadap muslim atau yang merugikan umat muslim sangat cepat menyebar. Hal tersebut tidak begitu mengherankan karena penduduk muslimnya mayoritas. Jadi jika ada hal-hal yang dapat merugikan umat muslim akan sangat cepat menyebar, padahal kebenaran terhadap berita tersebut masih belum jelas. Oleh karena itu, pemerintah harus sangat hati-hati dalam mengurusi perkembangan berita.

baca juga: belajar tajwid dari awa lengkap pembahasan

Sebagai sebuah institusi Pendidikan agama islam, pesantrenpun memiliki tugas serta peran dalam mengatasi dan membedakan mana berita benar dan berita salah. Dan sekalipun benar, Pesantren harus mampu bersikap netral tidak terkontaminasi oleh suasana. Pesantren harus mampu meredam isu-isu yang tidak jelas sumbernya yang hanya bertujuan untuk memecah belah bangsa.

Disamping itu sebuah institusi Pendidikan islam memiliki tugas untuk mendidik generasi bangsa, mendidik para pemimpin-pemimpin masa depan disamping mendidik pemuda islami. Pesantren harus mampu menjadikan pemuda-pemuda yang menjunjung tinggi akhlaknya dan berani berkontribusi untuk membangun negeri dengan kemampuan dan ilmu yang mereka miliki. Pengetahuan yang berkembang di dalam pesantren harus luas, perkembangan intenasional harus masuk ke dalam pesantren. Disamping harus mampu menguasai pelajaran agama islam, mereka juga harus mampu menguasai pelajaran umum dan segala sesuatu yang berhubungan dengan perkembangan diri.

Murid yang dididik di pesantren harus mampu untuk keluar mengikuti event-event besar setidaknya tingkat nasional dan kita harapkan mampu di tingkat internasional. Terlebih pada event atau kegiatan kemanusiaan untuk menyokong nama Indonesia serta pesantren (sebagai institusi Pendidikan islam) dalam perdamaian dunia. Tidak sampai disini, pesantren mempunyai peran untuk mengontrol isu dan jika diperlukan bisa membuat isu untuk menutupi isu-isu yang sedang beredar.

Dalam hal mengontrol serta mengatasi isu-isu yang tidak jelas kebenaran, pertama-tama pesantren harus mempu menguasai perkembangan teknologi. Jangan ada lagi pendidik di pesantren yang gagap teknologi (gaptek). Jika pun ada pesantren bisa membuat sabuah satuan khusus yang menangani perkembangan teknologi dan terus mengawasi isu-isu yang beredar. Karena hanya pesantren yang mempu meredam semua isu yang beredar terlebih mengenai isu keagamaan. Semua pesantren yang ada di Indonesia harus melakukannya.

Untuk itu, pemerintah memiliki peran yang besar untuk menyatukan pesantren. bagaimana caranya para pemimpin pesantren dan pemimpin harus sering berkumpul demi menyatukan tujuan yaitu perdamaian. Saat penguasa di Indonesia dan para pemimpin pesantren sudah satu tujuan, maka kita harapkan mereka mampu mengontrol isu yang beredar sehingga masyarakat tidak lagi mengkonsumsi isu-isu yang tidak benar.

Beriringan dengan berkontribusinya pesantren dalam pengontrolan isu di Indonesia, pesantren juga harus terus memantau dan perlahan ikut berkontribusi ke dalam perdamaian dunia terlebih perdamaian terhadap generasi islam selanjutnya.

Ideologi-ideologi yang berisi islam adalah teroris harus menjadi objek utama mereka. Baik para pendidik dan alumni pesantren harus ikut berpartisipasi dalam hal ini, pasantren harus mampu mengirim alumni-alumninya kuliah ke seluruh penjuru dunia. Sehingga segala bentuk organisasi baik kemanusiaan serta perdamaian di dunia dapat mereka ikuti. Dengan begitu, kita harapkan pesantren dapat dengan mudah mengontrol semua isu tentang islam yang beredar.

Strategi pesantren dalam menghilangkan perpecahan ideologi Islam yang terjadi di dunia

Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit [1].

Dengan demikian, ideologi tidak hanya dimiliki oleh negara, dapat juga berupa keyakinan yang dimiliki oleh suatu organisasi dalam negara, seperti partai politik atau asosiasi politik, kadang hal ini sering disebut sub ideologi atau bagian dari ideologi. Ideologi juga merupakan mythos yang menjadi political doctrin (doktrin politik) dan political formula (formula politik)

Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa idelogi adalah suatu sistem berpikir yang dibangun untuk menyokong tercapainya tujuan suatu kelompok, biasanya didasarkan dengan dikembangkannya isu-isu yang berkenaan dengan tujuan ideologi tersebut. Dalam ungkapan seorang penulis Prancis, ideologi merupakan kata ajaib yang menciptakan pemikiran dan semangat hidup diantara manusia terutama kaum muda, khususnya diantara cendekiawan atau intelektual dalam suatu masyarakat.

baca juga: perbedaan antara fardhu kifayah dan fardhu ain

Pada dasarnya ideologi Islam adalah sebuah pemikiran tentang kehidupan yang hakiki, artinya hidup untuk beramal. Di dalam perjalanan kehidupan itu sendiri, pemeluk agama Islam tak luput dari nilai-nilai yang diajarkan oleh Islam. Jadi ideologi Islam menolak bahwa agama hanya sebatas hubungan antara individu dan Sang Pencipta, namun ideologi Islam mengatur semua yang berhubungan dengan kehidupan, baik politik, budaya serta tingkah laku.

Berbeda dengan hakikatnya, saat ini di beberapa negara barat seringkali mengindektikkan agama Islam dan ideologi Islam dengan hal-hal yang negatif seperti teroris. Serangan teror, pemberontakan, pembunuhan juga sering dikait-kaitkan dengan islam. Seperti serangan teror 11 september 2001 yang berupa penabrakan menara kembar WTC Amerika Serikat yang runtuh dalam waktu dua jam. Serangan ini dikaitkan dengan kelompok militan muslim, yaitu al-qaeda yang berasal dari Pakistan. Kelompok ini didirikan oleh Osama Bin Laden pada tahun 1998. Sedangkan beberapa peneliti menyangkal kejadian ini dengan beberapa kejanggalan, mereka menilai dibalik serangan WTC ada konspirasi besar yang dimainkan oleh para penguasa dunia.

foto dari okezone: 11 September 2001, Tragedi 9/11 Gemparkan AS

Islam adalah sebuah agama besar dan benar, bisa kita lihat dari penjelasan al-quran yang sangat jelas dan nyata. Para tokoh-tokoh Islam pun memiliki kedudukan yang besar bagi perkembangan dunia hingga saat ini. Oleh sebab itu, ada beberapa pihak (di dunia) yang ingin merusak islam terutama lewat ideologi. Berbagai isu  dikembangkan, mulai dari Islam itu teroris hingga Islam agama radikal. Isu-isu inilah yang tanpa kita sadari terus menerus berkembang sehingga melekat dalam pikiran masyarakat dunia bahwa Islam itu teroris.

Terlebih dengan timbulnya beberapa kelompok militan Islam yang menamai dirinya Islam tapi bertindak dengan brutal dan radikal. Kelompok-kelompok ini terang-terangan membuat sebuah serangan dengan menamakan tindakan itu sebagai sebuah jihad, padahal dalam Islam sendiri tidak disebut atau diperintahkan untuk berjihad dengan ekstrim.

Di sinilah awal mula ideologi Islam dipecah, perlahan masyarakat dunia terdoktrin oleh isu-isu yang dibangun. Jika terkadang kebanyakan isu dan opini publik bersifat sesaat maka lain halnya dengan isu ini. Layaknya memiliki sebuah struktur, isu-isu ini memiliki komando khusus yang membentuk konspirasi-konspirasi besar untuk menyokong penyebaran ideologi Islam yang radikal.

Sebagai umat Islam sudah saatnya kita benar-benar memikirkan kasus ini, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan serta menghilangkan pemahaman-pemahaman serta penyebaran ideologi Islam radikal. Hal ini bukan tentang mencari siapa dibalik semua ini, namun ini tentang menjaga generasi Islam dan generasi dunia agar tidak terkontaminasi oleh ideologi-ideologi keras. Juga tentang memperbaiki islam. Hal pertama yang harus dilakukan oleh kita sebgai masyarakat Indonesia adalah mengedepankan peran pesantren karena Indonesia sendiri memiliki banyak jumlah pesantren yang memiliki banyak santri dengan pemahaman islamnya bagus serta karakter yang bermoral, maka sudah saatnya santri, alumni dan pengurus pesantren menunjukkan taringnya di dunia.

Hal yang bisa dilakukan pesantren untuk menghilangkan perpecahan ideologi di Indonesia maupun dunia antara lain:

  • Pesantren harus mengikuti serta menguasai perkembangan teknologi

Dewasa ini dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat dan menyebarkan berita sangat mudah dilakukan, meredam dan mencegah berita juga sangat mudah dalam hal penyebarannya.

Untuk itu pesantren harus dapat menguasai teknologi terkini yang berbasis internet. Internet adalah salah satu wadah penyebaran berita, baik berita benar maupun tidak. Sebagai sebuah instansi pendidikan Islam, pesantren harus mampu meredam isu yang tidak benar tentang Islam. Isu yang berusaha mendoktrin hal-hal negatife ke masyarakat banyak harus diatasi secepat mungkin. Sebelumnya pesantren-pesantren yang ada di Indonesia khususnya dan umumnya yang ada di dunia harus memiliki satu tujuan bersama. Dengan begitu, tujuan akan lebih mudah dicapai. Disinilah pemerintah berperan yaitu sebagai penyedia wadah untuk para pemimpin pesantren berkumpul dan berdiskusi bersama yang dinamakan sebagai proses penyatuan tujuan.

Selanjutnya, setelah tujuan ditentukan, masuk dalam tahapan perencaan. Strategi dan organisasi yang kompleks sangat dibutuhkan untuk mencapai visi besar ini. Para cendikiawan muslim dapat saling bertukar pikiran dan menyusun strategi yang matang.

Setelah itu rencana dijalankan secara pelan-pelan. Langkah pertama adalah menghadirkan guru-guru hebat ke pesantren guna mengajari para santri untuk dapat menguasai teknologi berbasis komputer juga mengajarkan beberapa keahlian khusus tentang teknologi ini yang bertujuan untuk kemaslahatan umat. Para pemimpin harus menekankan pembelajaran teknologi ini sebagai kurikulum atau setidaknya eskstrakulikuler yang wajib dipelajari oleh semua santri yang belajar di pesantren. Lambat laun para santri akan menaruh minat yang besar untuk mempelajari keahlian-keahlian khusus yang bisa dipelajari di komputer.

Selain itu para pengasuh pesantren juga harus menyadarkan para santri tentang memburuknya citra agama Islam di luar sana. Tindakan untuk memprovokasi para santri ke arah positif juga sangat diperlukan. Misalnya memprovokasi santri tentang pentingnya mengikuti perkembangan teknologi agar bisa menambah ilmu pengetahuan dan membela agama atau menanamkan semangat dakwah dalam diri para santri. Dengan begitu, secara tidak langsung, para pengasuh pesantren sudah menamkan pola pikir yang baik dan mendasar dalam pikiran dan hati para santri.

Sehingga para santri tidak akan segan-segan untuk mempelajari teknologi dengan lebih giat guna membela agama Islam dari isu-isu tak berdasar yang bertujuan memecahbelahkan umat. Para santri akan berusaha sebisa mungkin untuk memebri berbagai tindakan positif yang memberikan dampak besar jika semangat dakwah dan cinta agama sudah tertanam dalam diri mereka. Tekat para santri dalam mempelajari teknologi demi membela agama ini bisa memiliki dampak berarti bagi agama Islam.

Edukasi tentang hakikat Islam dan memberitahu para santri tentang bagaimana sekarang pandangan Islam di mata dunia juga dapat mencegah mereka terkontaminasi pemikiran tentang islam teroris atau isu-isu lain yang melecehkan Islam. Para santri akan paham betul hakikat Islam sebagai agama sumber kedamaian dan mereka akan berusaha sebisa mungkin untuk menyebarkan kedamaian itu ke suluruh dunia.

  • Membentuk sebuah divisi pengontrol internet

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan untuk menghilangkan perpecahan ideologi oleh pesantren adalah membuat sebuah divisi pengontrol internet. Divisi pengontrol ini adalah sebuah divisi yang mempelajari, mencari, memantau serta mengatasi seluruh permasalah tentang yang berhubungan dengan penyebaran isu negatif melalui media internet.

Terlebih saat ada berita atau isu yang hendak dibangun oleh oknum tertentu, divisi ini harus segera tahu dan mencari solusi untuk mengatasi penyebaran berita dan efek yang ditimbulkan dari berita itu. Divisi yang dibuat ini bisa berskala nasional maupun internasional, orang-orang di dalamnya adalah cendikiawan muslim yang dikirim dari berbagai pesantren di dunia maupun Indonesia, sehingga dengan begitu setidaknya masing-masing pesantren setidaknya mempunyai penyambung lidah untuk menyampaikan pendapat-pendapatnya.

Pendapat-pendapat tersebut kemudian didiskusikan kembali oleh anggota divisi untuk menjadi tolok ukur sebelum membuat perancanaan yang matang dan terstruktur demi menghilangkan isu dan efek yang ditimbulkan akibat penyebaran isu negatif tersebut.

Setiap ada ada informasi yang bersifat negative tentang Islam baik di Indonesia maupun dunia, divisi ini harus lebih tau, harus lebih cepat dan terpercaya. Artinya devisi ini harus memiliki jangkauan yang luas. Mereka harus up to date dan peka terhadap bermacam opini publik yang hendak dibangun oleh oknum-oknum tertentu, kemudian harus sigap sedia untuk mencegah penyebaran isu tersebut. Jika sudah terlanjur menyebar, mereka harus mencari cara untuk meredam isu ini dengan mengalihkan fokus publik ke fakta-fakta baru atau dengan cara lain yang lebih efektif menurut riset mereka.

  • Mengadakan kegiatan yang bersifat positif tentang islam

Strategi terakhir yang bisa dilakukan untuk menghilangkan perpecahan ideologi adalah dengan menjalankan kegiatan kekegiatan positif yang memberi dampak baik bagi pemahaman Islam. Namun kegiatan-kegiatan yang bersifat positif tentang Islam ini harus berlaku dalam ranah dunia. Karena jika sebatas Indonesia, kegiatan-kegiatan tersebut tidak memiliki efek yang besar mengingat penduduk Indonesia mayoritas Islam.

Contoh kegiatan-kegiatan positif yang dapat diterapkan adalah membuat seminar-seminar internasional yang dapat mengusung tema berupa ha-hal kontroversial tentang islam, tujuannya adalah memberi penonton pemahaman tentang Islam. Pembicaranya haruslah para cendiawan muslim yang memiliki otak cemerlang sehingga dapat membantah tuduhan tak berdasar serta pendapat tak benar non-muslim tentang islam. Dengan begitu Islam terbukti sebagai agama yang benar dan perspektif masyarakat dunia tentang Islam radikal atau Islam teroris terkikis sedikit demi sedikit.

Contoh kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah membentuk komunitas-komunitas muslim di seluruh dunia. Mereka hanya perlu berdakwah pada sesama muslim, sedangkan sisanya mereka harus tetap bersikap baik sesuai yang diajarkan dalam agama Islam kepada orang kafir. Yaitu tidak mengusik jika tidak diusik. Orang-orang dalam komunitas itu haruslah orang yang berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia. Sehingga lambat laun orang kafir akan menyadari kalau agama Islam agama yang penuh perdamaian dan penuh kerukunan. Dan perlahan ideologi islam yang tidak benar seperti islam teroris dan islam radikal akan hilang.

Atau pesantren bisa menyusun strategi lain yang kiranya lebih kompleks dan efektif dalam memberi pengaruh dalam pembentukan perspektif Islam yang baik bagi masyarakat dunia. Para pemimpin dan pengurus pesantren harus memikirkan rencana jangka panjang maupun jangka pendek untuk membuka mata masyarakat dunia.

Jadi diharapkan islam akan lebih ekstensi dengan kedamaian dan kerukunannya. Kegiatan-kegiatan ini arahnya lebih ke pengembangan pengetahuan islam, karena sebagaimana yang terjadi di kalangan masyarakat bahwa tingkat pengetahuan mereka terhadap islam kian menurun, jadi sebagai institusi pendidikan hal ini juga harus diperhatikan oleh pesantren. tidak hanya terpaku pada santrinya saja, namun harus lebih.

Dalam pada itu, untuk merealisasikan strategi-stategi tersebut tentu membutuhkan waktu, tapi lama tidaknya tergantung pihak-pihak yang ikut berkontribusi.

Pesantren yang dikenal berpotensi memiliki SDM yang berkualitas dan cendikiawan muslim yang bermoral dapat mengirimkan santri-santrinya ke tingkat nasional maupun internasional untuk mewujudkan misi besar ini. Mereka harus dibekali strategi yang disusun secara sistematis dan telah disepakati bersama. Dengan berkecimpungnya para santri yang mempunyai moral yang bagus juga akal yang pintar, mereka bukan hanya mampu memberi pengaruh dalam ruang lingkup yang telah ditargetkan. Tapi bisa lebih dari itu, di lingkungan sekitarnya, tempat-tempat yang sering dikunjunginya. Juga orang-orang asing yang akan di temuinya di tempat ia dikirim untuk menjalankan perannya. Karena, sejatinya dakwah bukan hanya dengan lisan, tapi dengan perbuatan.

Dengan disebar cendikiawan muslim yang berbudi perketi luhur seperti itu di berbagai belahan dunia, maka cepat atau lambat perspektif masyarakat dunia tentang islam akan berubah. Dari islam yang teroris menjadi islam yang aman dan damai. Dari islam yang membawa kerusakan menjadi islam yang penuh perdamaian. Karena memang begitulah hakikat islam yang sebenarnya, membawa rahmat bagi seluruh alam.

Maka yang perlu dilakukan adalah membuka mata dan pikiran masyakat dunia tentang wujud islam dan visi misi islam yang sebenarnya. Dan juga untuk masyarakat biasa diharapkan mendukung tercapainya tujuan Bersama. Yaitu kedamain dunia dan tidak ada perbedaan etnis,agama, Bahasa, ras dan sebagainya yang menyebabkan perpecahan terjadi dengan mudah. Tujuan ini bukanlah sebuah tujuan yang mudah, namun bukan pula sebuah hal yang mustahil.

Peran pesantren dalam memelihara perdamaian dunia

Pesantren harus memiliki peran dalam memelihara perdamaian dunia sekalipun dalam beberapa tahun terakhir dunia terbilang aman. Arti aman disini bukan tidak ada perang sama sekali, tapi perangnya tidak melibatkan seluruh negara tapi ada beberapa negara yang sampai saat ini masih sedang berperang fisik. Negara-negara tersebut berpenduduk mayoritas islam. kita tidak akan memasuki permasalahan mereka, namun sebagai umat islam kita sepatutnya ikut berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalah yang menimpa saudara semuslim. Terlebih bagi pesantren harus ikut berkontribusi aktif. Aktifnya Lembaga-lembaga Islam dalam menyelesaikan permasalahan di negara-negara Islam tersebut pun akan mendapat mengubah cara pandang tentang islam.

Aliansi negara di seluruh dunia telah membentuk aliansi persatuan bangsa bangsa (PBB) yang dimana salah satu dewannya menangani perdamaian dan keamanan dunia. Akan tetapi nyatanya dewan PBB ini belum cukup efektif dalam merealisasikan perdamaian dunia. Oleh sebab itu, pesantren diharapkan dapat ikut membantu dewan PBB untuk merealisasikan perdamaiandunia. Beberapa perang yang saat ini masih terjadi di negara Islam layaknya tidak ada titik temu. Bahkan ada pihak (bisa jadi negara) lain yang menyokong pihak yang sedang berperang. Hal ini yang sangat kita sesalkan, karena yang menjadi korban adalah negara yang sedang berperang namun yang bermain bukan mereka.

Mungkin saat ini di Suriah misalnya, pihak pemberontak mendapat sokongan dari salah satu negara besar untuk melanjutkan perjuangannya yang mereka (pemberontak) kira mereka benar. Padahal negara penyokong sudah pasti memiliki sebuah tujuan di balik hal itu semua. Berbicara benar dan salah, mungkin tak akan ada titik temu selama yang dipakai sudut pandang berbeda. Karna secara ilmu sosial, kebenaran besar dipengaruhi oleh sudut pandang dan pola pikir.

Peristiwa seperti ini juga merupakan sebuah konspirasi yang berakibat fatal bagi pandangan masyarakat dunia terhadap Islam. karena akibatnya bersifat pandangan dan tanggapan, maka seandainya pandangan sudah melekat akan susah untuk di ubah. Layaknya sebuah budaya, akan terus dipertahankan agar budaya tetap dijalankan. Berikut peran pesantren dalam memelihara perdamaian dunia:

Fokus menyelesaikan masalah yang terjadi

Dalam hal ini pesantren harus fokus pada penyelesaian masalah tidak terlibat dalam pertikaian politik mereka. Maka dari itu pesantren harus mampu mengusai masalah atau pertikaian yang sedang terjadi. Umumnya cara ini lebih bersifat diplomasi dengan membawa nama lembaga pesantren. Sudah seharusnya pesantren ikut terlibat mengingat saat ini yang negara masih belum aman hanya negara-negara mayoritas penduduknya muslim. Seharusnya pun, pesantren dibarisan pertama yang akan menyelesaikan masalah-masalah tersebut terlepas poksinya pesantren sendiri.

Menekan PBB untuk serius dalam menyelesaikan masalah di negara islam

Ini merupakan poin penting dimana mungkin kebanyakan orang akan mengira sebuah hal mustahil. Sedangkan dari awal sudah kami bahas bahwa pesantren harus ber-aliansi dari seluruh pesantren di Indonesia agar mempunyai pengaruh di dunia. Tahap pertama dalam poin ini adalah pesantren harus mampu membangun pengaruhnya terhadap dunia berbagai hal. Pengaruh yang kami maksud bukanlah pengaruh seperti yang dimiliki negara adi kuasa, tapi pengaruh dalam pengontrolan dan penyebaran berita. Setidaknya seandainya aliansi pesantren ini membuat sebuah pernyataan atau kecaman terhadap pelanggaran HAM di beberapa negara, pihak-pihak besar di dunia merespon pernyataan mereka. sekali lagi kami katakan ini tidak mustahil!

Bekerja sama dengan Lembaga lain

Dewan PBB bukan lah satu-satunya instansi yang mengurusi tentang perdamaian dunia, sekalipun dewan PBB lah yang memiliki pengaruh terbesar. Yang perlu pesantren lakukan hanya bekerja sama dengan instansi atau organisai apapun yang bertujuan menjaga perdamaian antar sesama manusia. Dengan terjalinnya kerjama tersebut pesantren sudah maju satu langkah menuju garda terdepan yang menjaga perdamaian dunia.

Dalam menjaga dan menjalankan roda kehidupan dunia agar hidup tentram, nyaman dan aman kita tidak membutuhkan orang-orang baik. Hanya yang dibutuhkan orang-orang yang senantiasa selalu memperbaiki dirinya sendiri dan orang yang mau berbuat. Karna dalam menjalankan kehidupan baik di sektor pemerintah maupun non pemerintah tidak semuanya harus berada di dalam kantor sambil diskusi tapi juga harus ada orang lapangan yang berprilaku baik langsung terjun ke dalam masyarakat.

Seseorang harus memperbaiki diri terlebih dahulu sebelum ikut menyelesaikan permasalahan dan merealisasikan perdamaian dunia. Dan untuk saat ini dunia membutuhkan orang-orang seperti ini untuk menyelesaikan dan menjaga perdamian dunia. Lagi-lagi ini merupakan sebuah tugas besar bagi pesantren, dimana pesantren harus lebih banyak lagi mengkader serta menyumbang sumber daya manusia (SDM) yang bermutu ke tingkat dunia.

Kontribusi pesantren dalam menangani konflik agama di Indonesia

Pendidikan agama Islam merupakan dasar yang harus diperkenalkan sejak dini. Jika pendidikan agama di berikan secara baik dan benar kepada seseorang, maka tidak perlu di khawatirkan, karena setidaknya agama adalah pondasi dasar dari kehidupan.

Konflik agama akan terus terjadi seandainya tujuan kemerdekaan tidak terealisasikan dengan baik. Sebagai agama mayoritas sangat mudah tersinggung dan marah jika melihat, atau mendengar berita agama islam dinistakan. Seperti kejadian ahok yang menistakan agama. Yang berakibat ormas-ormas Islam menggelar aksi besar-besaran yaitu aksi bela islam 4 november (411), kemudian aksi damai 2 desember (212) dan aksi puncaknya di 2 desember 2016 aksi terakhir ini dihadiri oleh jutaan umat manusia di depan monas. Dalam aksi ini, pesantren memiliki peran yang besar sekalipun penyelenggaranya adalah gabungan ormas islam di Indonesia. Dengan adanya aksi seperti ini, menandakan bahwa negara kita sedang tidak baik-baik saja. Menandakan negara sedang krisis keadilan. Seharusnya tidak aka nada aksi-aksi umat islam jika keadilan yang ditegakkan berpihak pada rakyat secara transparan. Aksi ini mengartikan protes keras umat islam terhadap penegakan hukum di Indonesia. Kita harapkan transparansi hukum yang dilakukan pemerintah. Semoga kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi untuk kedepannya.

Sudah sewajarnya untuk kedepan pesantren lebih aktif dalam berkontribusi terlebih pada hal-hal agama. pesantren harus bersifat independensi, jadi tidak ada unsur kepentingan didalamnya.

Dewasa ini pendidikan agama sudah banyak tersebar di seluruh Indonesia, diharapkan untuk generasi mendatang memahami ilmu agama dengan baik dan benar. Sehingga mereka mampu memberi kontribusi yang maksimal terhadap negeri ini. Terlebih pendidik di pesantren harus mampu menempa mental santri agar kuat serta tegas. Jadi saat mereka lulus tidak hanya berbekal ijazah akan tetapi ilmu dan mental harus berjalan beriringan demi melanjutkan estafet kepemimpinan di negeri ini. mereka harus mampu mengikuti arus dan perlahan menguasai arus tersebut. “Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya.” Kalimat ini mengandung makna yang luas. Bagaimana caranya saat generasi mendatang bersaing, namun arusnya tetap alumni pesantren yang menguasai. Jadi ibaratnya “Setiap orang ada masanya” masa tersebut pesantren yang ciptakan. Saat generasi-generasi cendikiawan didominasi oleh pesantren, secara tidak langsung pesantren telah berkontribusi besar terhadap negeri ini. Bagaimana tidak, karena tugas terbesar kita adalah mendidik serta mengkader generasi yang akan datang sebaik mungkin. Jika saat ini arusnya adalah teknologi, jadi Lembaga Pendidikan yang lebih menonjolkan teknologinyalah yang akan menguasai arus.

Pesantren juga harus membranding dirinya sebagai sebuah instansi yang berkelas sehingga wajib dikecap pendidikannya oleh seluruh anak bangsa setidaknya tiga tahun sebelum melanjutkan pendidikan ke sekolah umum.

Para pendakwah alumnus pesantren harusnya juga melakukan mengisi dakwah di acara-acara besar sekolah. Dan kalau ada kesempatan mereka bisa ikut berkontribusi dalam ekstrakulikuler rohis dan semacamnya untuk memberi pengaruh besar di sekolah-sekolah. Pertama, sang santri harus membuat pelajar melihat santri sebagai seorang yang keren dan pesanten sebagai tempat tinggal impian. Hal ini dapat disampaikan dengan membut seminar-seminar atau membuat kegiatan lain yang dapat mengubah perspektof pelajar bahwa menjadi santri itu melelahkan dan tinggal di pesantren itu mengerikan. Setelah opini tersebut terbentuk, pola pikir mereka bisa berubah, dan mereka akan tergerak sendirinya untuk meminta kepada orang tua mereka untuk menyekolahkan mereka di pesantren.

Para pekdakwah ini juga harus rajin mengisi pengajian di suarau dan mesjid baik dibayar maupun tidak, guna merangkul para umat untuk mendekatkan diri dengan Allah, juga untuk menekankan betapa petingnya pendidikan Islam sehingga mereka akan tergerak hatinya untuk menyekolahkan anak-anaknya di pesantren.

Intinya pesantren harus berhasil berhasil menyampaikan pesan penting ke masyarakat bahwa menuntut ilmu fardu ain, wajib hukumnya bagi setiap umat muslim laki-laki dan perempuan.

Pemahaman tentang agama harus kembala disebarluaskan di Indonesia. Mengingat makin hari makin banyak orang yang berusaha mati-matian untuk kehidupan dunianya tapi melupakan akhiratnya begitu saja. Banyak orang yang lebih mempelajari ilmu dunia daripada ilmu agama.

Oleh sebab pesantren, pengurus pesantren dan alumnusnya mengemban tugas untuk membuat orang tertarik lagi pada hakikat kehidupan, yaitu pada Allah Swt yang menciptakan seluruh alam. Dengan tertanamnya pemikiran seperti ini, masyarakat Indonesia jadi terhindar dari perpecahan. Karena semua orang sudah paham hakikat Islam, acuan sumber hukum Islam dan Allah sebagai tujuan awal dan akhir.

Penutup

Kesimpulan

Untuk seluruh pesantren yang ada di Indonesia dan juga seluruh Lembaga Pendidikan islam di dunia diharapkan dapat bekerjasama untuk memperbaiki pandangan masyarakat dunia terhadap islam. Dan diharapkan supaya mampu mengkader santri-santrinya agar mau serta mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Karna sejatinya kontribusi Lembaga Pendidikan islam dalam menangani konflik ideologi islam yang sedang dimainkan oleh beberapa oknum dunia akan berdampak baik bagi menyelesaikan konflik tersebut. Sebagai Lembaga Pendidikan islam, pesantrenlah yang berkewajiban menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menimpa beberapa negara islam. Karena kurang pahamnya tentang islam dan karena berbeda pendapat tentang beberapa hukum tentang islam mereka berperang. Padahal islam mengajarkan kedamaian. untuk perbedaan pendapat juga islam memiliki ketentuan yang tidak mempermasalahkan hal tersebut. Manusia diciptakan dalam suku, ras, dan Bahasa yang berbeda hanya untuk semata-mata menyembah sang pencipta yaitu Allah SWT. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk membedakan diri kita hanya karna berbeda ras, suku dan budaya.

Sebagaimana yang kita tahu bahwa kekuatan pesantren di Indonesia dalam membangun opini publik sangat besar, kekuatan tersebut dapat kita gunakan untuk  menyatukan tujuan kita semua serta mampu bekerjasama dengan pemerintah yang berkuasa. Karna ulama dan umara seharusnya berjalan beriringan. Umara yang memimpin dan ulama yang memberi petunjuk kemana arah pimpinan tersebut. kita harapkan dengan menyatunya seluruh pesantren di dunia, islam akan kembali Berjaya seperti beberapa abad dahulu. Hal pertama dalam mencapai kejayaan tersebut adalah Bersatu.

Saran

Menurut hemat saya, pesantren harus lebih aktif berperan serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan positif, yang dapat menyokong kepercayaan umat terhadap pesantren. juga pesantren dan pemerintah diharapkan mampu bekerja sama lebih baik lagi dalam meredam isu-isu negatif. Kebersamaan tersebut harus mampu aplikasikan di antara masyarakat sehingga masyarakat merasakan dan mengetahui bahwa pesantren dan pemerintah bekerjasama dalam menjaga Indonesia ini. bangsa ini milik kita Bersama, jadi saya harapkan kepada para penguasa dan pemimpin pesantren di seluruh Indonesia agar dapat mengesampingkan kepentingan, jabatan, dalam mengelola bangsa ini. pemimpin pesanten dan pemerintah harus menyatu, harus satu dalam tujuannya. Maka dari itu, peran pemerintah disini agar dapat memfasilitasi tempat berkumpulnya pemimpin pesantren dengan penguasa dengan membahas penyatuan tujuan. Ke arah mana mereka akan membawa Indonesia, kepada siapa mereka akan tinggalkan Indonesia. Dalam forum tersebut juga dapat membahas sejauh manapesantren akan ikut berkontribusi di internasiona untuk memperbaiki ideologi islam. percayalah, islam saat ini sedang tidak baik-baik saja. Berbagai permasalahan timbul di dalam badan islam sendiri, entah ini ada campur tangan asing atau tidak yang jelas pesantren memiliki peran yang wajib di perankan dalam menyelesaikannya.

Jika bukan kita siapa lagi, jika bukan sekarang kapan lagi. Kalimat pembakar semangat pemuda agar segera bertindak untuk menyelamatkan dunia islam. waktu akan sangat singkat bila disiasia kan, dan akan sangat berharga bisa digunakan dengan bijak dan baik.

ingin menjelaskan pada dunia betapa mudahnya islam, asalkan ingin mengerjakannya semua akan terlihat mudah.

1 Komentar pada “Pengaruh dan Kontribusi Pesantren Dalam Perdamaian Dunia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *