Assalamualaikum Wr.Wb

Suci dari hadas dan najis merupakan syarat untuk kita beribadah kepada Allah SWT, baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Oleh karena itu, saat hendak melaksanakan shalat, yaitu ibadah pokok (wajib) umat islam, kita diwajibkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Wudhu adalah membersihkan diri dari hadas kecil (kencing), bukan dari hadas besar (junub). Intinya adalah seseorang harus terlebih dahulu suci untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang dimulai dari pengertian wudhu, Tata Cara Wudhu dan hal apa saja yang dapat membatalkan wudhu.

Pengertian Wudhu

Wudhu adalah suatu perbuatan untuk membersihkan diri dari hadas kecil yang bertujuan untuk diperbolehkannya shalat. Pada dasarnya wudhu terdiri dari 5 bagian wajib, namun juga ada beberapa bagian sunnah sebagai pelengkap. Nah, pada umumnya bagian wajib dan sunnah yang dilakukan adalah,

Bagian wajib

  1. Membasuh muka
  2. Berniat
  3. Membasuh kedua tangan
  4. Membasuh Sebagian kepala
  5. Membasuh kaki

Bagian sunnah

  1. Membaca basmalah
  2. Mencuci telapak tangan
  3. Membasuh mulut
  4. Menggosok telinga
  5. Doa setelah wudhu

Sama seperti ibadah-ibadah lain, dalam berwudhu juga diwajibkan untuk berniat. Sekalipun begitu, niat dalam berwudhu terletak pada saat membasuh muka, tidak pada awal wudhu yaitu saat kali pertama membasuh muka disaat tersebutlah niat harus di mulai sampai meratalah air tersebut ke seluruh muka. Dibalik bagian sunnah yang sering di lakukan, masih ada banyak lagi sunnah-sunnah wudhu yang jarang dilakukan oleh kita, sunnah sunnah tersebut adalah

  1. Berdiri menghadap kiblat
  2. Bersiwak
  3. Mendahulukan yang kanan
  4. Melafalkan niat wudhu
  5. Mendahulukan yang kanan

Supaya lebih jelas berikut saya jelaskan tentang Tata Cara Berwudhu lengkap beserta sunnahnya,

baca juga: perbuatan yang dapat membatalkan shalat

baca juga: 4 udzur yang dapat menggugurkan kewajiban shalat jumat 

Tata Cara Berwudhu

1. Berdiri menghadap kiblat

Dari Kitab Al-Fiqhu al-Manhaji Alaa Madzhabi al-Imam Asy-Syaafi’i disebutkan bahwa disunnahkan ketika berwudhu untuk menghadap ke arah kiblat. Karna kiblat merupakan tempat yang suci, oleh karena itu terlebih baik kita menghadap kibkat saat berwudhu.

2. Bersiwak

Sabda nabi SAW riwayat Imam Bukhari dan Muslim “Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Seandainya tidak memberatkan ummatku maka sungguh akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali wudhu”. Kemudian disebutkan dalam kitab Kaasyifatus Sajaa karya Syeikh Nawawi Al-Bantani (wafat 1314 H) bahwa disunnahkan bersiwak setiap kali hendak berwudhu.

3. Menghadap kiblat

kiblat merupakan tempat yang suci bagi umat islam, oleh karena itu alangkah lebih baik juga sunnah jika saat berwudhu kita menghadap kiblat.

4. Membaca Basmalah

Disebutkan dalam kitabtaqrib karya imam abu syuja’ bahwa termasuk sunnah wudhu adalah membaca basmalah sebelum berwudhu dengan dalil hadis hasan riwayat Imam an-Nasa’I artinya “Dari sahabat Anas RA, Rasulullah SAW bersabda: Berwudhulah dengan menyebut nama Allah”.

 5. Mendahului yang kanan

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Bila kalian berpakaian dan berwudhu maka mulailah dari bagian-bagian kananmu.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Baihaqi)

6. Mencuci Telapak tangan

“aku menyukai (baca mensunahkan) mencuci kedua telapak tangan sebelum dimasukkan ke bejana yang digunakan untuk berwudhu, karena sunah bukan karena wajib”. Dengan dalil hadits shahihain dari Abu Hurairoh secara marfu’ “Jika kalian bangun tidur, maka janganlah mencelumkan tangannya ke bejana, sebelum mencucinya sebanyak tiga kali, karena ia tidak tahu dimana tangannya bermalam”. Oleh karena itu, sunnah bagi kita mencuci kedua telapak tangan kita terlebih dahulu saat berwudhu.

7. Membasuh mulut (berkumur-kumur)

Dari Humran bahwa Utsman RA meminta air wudhu: “… Lalu berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung dan mengembuskannya keluar. Kemudian Utsman berkata: “Saya melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhu-ku ini.”

 8. Istinsyaq

Yaitu menghirup air melalui hidung kemudian menghembuskan Kembali keluar. Dalil di sunnahkannya istinsyaq sama dengan dali berkumur-kumur yaitu

Dari Humran bahwa Utsman RA meminta air wudhu: “… Lalu berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung dan mengembuskannya keluar. Kemudian Utsman berkata: “Saya melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhu-ku ini.”

9. Membasuh muka serta niat

Diriwayatkan dari Nu’aim bin Abdullah al-Mujmir yang menceritakan demikian:

رَأَيْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَتَوَضَّأُ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى ، حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ، ثُمَّ يَدَهُ الْيُسْرَى ، حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ، ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى ، حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى ، حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ، ثُمَّ قَالَ : هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ

“Aku melihat Abu Hurairah ra. berwudhu. Ia basuh wajahnya dengan sempurna, kemudian membasuh tangannya sebelah kanan hingga sampai ke lengan atasnya, kemudian membasuh tangan kirinya hingga sampai lengan atasnya, kemudian ia mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanan hingga sampai ke betis, kemudian membasuh kaki kiri hingga sampai ke betis. Kemudian ia berkata, Beginilah saya melihat Rasulullah Saw. berwudhu.” (HR. Muslim)

Saat membasuh kali pertama maka disitulah niat dimulai yaitu: “Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardlu karena Allah.”

Dalam membasuh muka harus benar-benar merata karna ini adalah perbuatan wajib dalam wudhu, jadi tidak sah wudhu jika saat membasuh muka tidak rata. Untuk Batasan muka yang harus rata yaitu mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri.

10. Membasuh kedua tangan sampai siku

Dalam kitab suci Al-Quran surat Al-Maidah ayat 6, Allah berfiman : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat maka basuhlah mukamu, kedua tanganmu sampai siku dan sapulah kepalamu serta basuhlah kedua kakimu sampai mata kaki”

Membasuh tangan harus benar-benar sampai ke siku sebab jika tidak maka tidak sah lah wudhu. Walaupun nampaknya sepele, tetapi banyak yang salah atau kurang perhatian dalam membasuh kedua tangan ini. Sehingga menyebabkan wudhunya tidak sah, dan shalat pula tidak sah.

11. Mengusap sebagian kepala

Termasuk wajib dalam wudhu yaitu mengusap sebagian kepala, batasannya adalah harus terkena paling sedikit 3 helai rambut sehingga rambut  tersebut menjadi bersih dari kotoran yang ada.

12. Mengusap telinga

Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW mengusap kepala dan dua telinganya. Beliau memasukkan dua jari telunjuk (ke bagian dalam daun telinga), sedangkan kedua jempolnya ke bagian luar daun telinga. Beliau mengusap sisi luar dan dalam telinga. (HR. Ibnu Majah)

13. Mencuci kaki

Dalam mencuci kaki haruslah sampai pada batas mata kaki, kemudian juga di sela-sela jari harus terkena air semua. Supaya airnya merata ke seluruh kaki Hingga mata kaki.

14. Membaca doa setelah wudhu

Setelah mencuci kaki, disunnahkan untuk melafalkan doa ini

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri”. Ketika membaca doa ini disunnahkan pula untuk menghadap kiblat.

Perbuatan yang dapat membatalkan wudhu

Setelah mempelajari tata cara berwudhu yang benar, kita butuh juga untuk mempelajari perbuatan apa saja yang dapat membatalkan wudhu. Agar wudhu yang kita lakukan terpelihara dengan baik.

    1. Keluar sesuatu dari qubul dan dhubur

Perkara yang pertama yang dapat membatalkan wudhu adalah keluarnya sesuatu dari qubul (misal, kencing) ataupun dhubur (misal, kentut).

Jika keluar sesuatu dari qubul yaitu kencing, madzi dan wadi itu cukup dengan berwuhdu lagi saja, namun jika yang keluar adalah mani, haid dan nifas maka cara mengatasinya haruslah dengan mandi wajib.

Jika keluar sesuatu dari dhubur seperti kentut dan BAB, maka semua itu cukup dengan mencuci kotoran tersebut kemudian wudhu Kembali.

    1. Tidur

Tidur juga merupakan perkara yang dapat membatalkan wudhu seperti sabdi nabi yang diriwayatkan oleh abu dawud yang artinya “Barangsiapa yang tidur maka berwudhulah”. Namun begitu, ada beberapa pendapat ulama tentang tidur jika sedang duduk. Maka jika tertidur seseorang dalam keadaan duduk, dengan kepalanya tetap tegak tidak tertunduk dan juga badannya tetap tegak tidak bungkuk maka orang tersebut tidaklah batal wuhdunya. Sesuai hadis nabi Muhammad SAW yang artinya:

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa para sahabat Rasulullah SAW tidur kemudian salat tanpa berwudhu’ (HR. Muslim) – Abu Daud menambahkan: Hingga kepala mereka tertunduk dan itu terjadi di masa Rasulullah SAW.

    1. Hilang akal

Hilang akal juga merupakan salah satu yang dapat membatalkan wuhdu, yaitu seperti mabuk, gila, dan pingsan.

    1. Bersentuhan kulit dengan yang bukan mahram

Sebagaimana yang kita tahu bahwa bersentuhan kulit dengan yang bkan mahram merupakan suatu perbuatan yang haram, maka oleh karena itu jika bersentuhan tersebut dalam keadaan berwuhdu maka setelahnya orang tersebut haruslah berwudhu Kembali.

    1. Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan

Jika seseorang menyentuh kemaluannya ataupun kemaluan orang lain, maka batallah wudhunya. Sesuai dengan hadis nabi yang Artinya: “Barangsiapa yang memegang kelaminnya maka berwudhulah.” (HR. Ahmad). Hal ini berlaku juga jika sentuhan kita tidak sengaja.

Perbuatan-perbuatan tersebut lah yang dapat membatalkan wudhu, maka jangan sekali-sekali shalat tanpa wuhdu. Beberapa orang terlalu menyepelekan hal-hal yang terlihat sepele, pada beberapa hal yang terlihat sepele malah sangat berguna dan bermanfaat. Maka jika ditinggalkan dapat merusak semua amalan. Contohnya wudhu, yaitu tata cara berwudhu dan cara mempertahakan wudhu. jika wudhu seseorang salah atau batal, maka tidak akan sah shalatnya.

Pada dasarnya islam ini agama yang mudah, hanya saja kita disulitkan oleh kemalasan kita untuk belajar dan memahami. Salam mudahnya islam

ingin menjelaskan pada dunia betapa mudahnya islam, asalkan ingin mengerjakannya semua akan terlihat mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *